Beyond Red Flags: Scoping Review Proses Healing Emosional Dalam Relasi Romantis Digital
Abstract
Penelitian ini adalah tinjauan scoping review yang bertujuan untuk menggambarkan proses penyembuhan emosional setelah mengalami putus cinta atau penipuan cinta dalam hubungan romantis digital dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung serta menghambat proses tersebut. Mengikuti pedoman PRISMA-ScR, terdiri dari 211 artikel terdapat 8 artikel empiris (2022–2026) dari berbagai belahan dunia telah dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa pemantauan mantan pasangan di media sosial, baik secara aktif maupun pasif, semakin memperburuk kondisi stres, kecemburuan, dan pemulihan yang lambat, terutama bagi individu yang memiliki keterikatan cemas. Percepatan mencari pasangan baru hanya memberikan sedikit kelegaan sementara namun meningkatkan kerentanan psikologis dalam jangka panjang. Penipuan cinta (AFRS dan InvRS) menyebabkan dampak yang kompleks: kesehatan mental yang terganggu (mulai dari depresi hingga pemikiran untuk bunuh diri), kesehatan fisik, masalah keuangan, serta isu hukum yang berpotensi mengarah pada reviktimisasi. Faktor-faktor yang menghambat utama mencakup minimnya pengolahan kesedihan, pola keterikatan yang tidak aman, dan rendahnya pengetahuan digital, sedangkan faktor-faktor yang mendukung adalah dukungan dari profesional, pengelolaan identitas digital, serta pendidikan emosional berbasis komunitas. Temuan ini menyoroti kebutuhan akan intervensi holistik: detoksifikasi digital dan terapi penceritaan bagi individu, integrasi aspek digital dalam proses konseling, fitur pencegahan penipuan di platform-platform, serta program pendidikan emosional yang diselenggarakan oleh aparat kepolisian dan pemerintah untuk mengurangi stigma dan mencegah reviktimisasi.
