Efektivitas Penayangan Video Sosial Eksperimen untuk Meningkatkan Empati Siswa Kelas XI SMK Mekanik Cibinong
Abstract
Rendahnya tingkat empati pada remaja sekolah menengah kejuruan berkontribusi terhadap maraknya perilaku agresif, seperti tawuran antarpelajar yang kerap terjadi di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penayangan video sosial eksperimen sebagai media intervensi psikologis dalam meningkatkan empati siswa kelas XI SMK Mekanik Cibinong. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif eksperimental dengan rancangan between-subject, yakni membandingkan dua kelompok berbeda secara independen untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel terikat. Sampel berjumlah 33 siswa laki-laki dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Pemesinan yang dipilih melalui purposive sampling, kemudian dibagi secara acak menjadi kelompok eksperimen (n = 16) dan kelompok kontrol (n = 17). Kelompok eksperimen menonton video sosial eksperimen yang berdurasi 7 menit 27 detik, sementara kelompok kontrol diberikan video terkait problem solving yang tidak ada kaitannya dengan empati. Tingkat empati diukur setelah intervensi menggunakan Questionnaire of Cognitive and Affective Empathy (QCAE) berskala Likert empat tingkat. Analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test melalui perangkat lunak Jamovi. Hasil perbedaan menunjukkan perbedaan empati yang signifikan antara kelompok eksperimen (M = 3,69; SD = 0,441) dan kelompok kontrol (M = 3,31; SD = 0,337) dengan nilai t = 2,76, p = 0,010, serta ukuran efek Cohen’s d = 0,961 yang tergolong besar. Hipotesis alternatif diterima pada taraf signifikansi 0,05. Temuan ini membuktikan bahwa video sosial eksperimen efektif meningkatkan empati siswa. Hal ini disebabkan karena video menampilkan situasi sosial nyata, seperti perilaku menolong maupun ketidakadilan, beserta reaksi spontan individu di dalamnya, sehingga mendorong siswa untuk melakukan perspective-taking, memahami perasaan orang lain, serta merefleksikan nilai-nilai sosial, sehingga kemampuan empati menjadi lebih berkembang.
