Hubungan Antara Syukur Dengan Psychological Well-Being Pada Mahasiswa Muslim
Abstract
Kesejahteraan psikologis mahasiswa merupakan isu penting seiring meningkatnya tuntutan akademik dan tekanan sosial yang berpotensi memengaruhi kondisi mental. Salah satu faktor yang secara teoretis berkontribusi terhadap psychological well-being adalah syukur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara syukur dan psychological well-being pada mahasiswa Muslim. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 62 mahasiswa Muslim berusia 18–25 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Syukur (ShS) dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,863 dan Psychological Well-Being Short Scale dengan reliabilitas sebesar 0,648. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara syukur dan psychological well-being (r = 0,134; p = 0,297), meskipun arah hubungan bersifat positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa syukur tidak berperan secara langsung sebagai prediktor utama kesejahteraan psikologis mahasiswa, melainkan kemungkinan bekerja melalui variabel lain seperti resiliensi, regulasi emosi, dan dukungan sosial. Selain itu, nilai reliabilitas instrumen psychological well-being yang tergolong sedang dapat memengaruhi sensitivitas pengukuran dalam mendeteksi hubungan antarvariabel. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan alat ukur dengan reliabilitas yang lebih tinggi, melibatkan variabel mediasi atau moderasi, serta menggunakan sampel yang lebih beragam agar hubungan antara syukur dan psychological well-being dapat dipahami secara lebih komprehensif.
