Lavender Effect In The Digital Era: The Effectiveness Of Lavender Aromatherapy In Reducing Mental Fatigue And Improving Short-Term Memory In College Students

Published: 5/8/2026

Abstract

Short-term memory merupakan komponen kognitif yang penting dalam proses belajar karena berperan dalam penyimpanan dan pengolahan informasi secara sementara. Pada mahasiswa, kemampuan ini berpotensi menurun akibat tingginya paparan aktivitas digital dan penggunaan teknologi yang berlebihan, yang dapat memicu distraksi serta menurunkan fokus. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah aromaterapi lavender, yang memiliki efek relaksasi dan berpotensi meningkatkan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan short-term memory antara mahasiswa yang diberikan aromaterapi lavender dan yang tidak diberikan perlakuan. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain between-subject (dua kelompok independen). Partisipan berjumlah 36 mahasiswa psikologi tingkat pertama Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan tes memori jangka pendek, dan analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai t = 4,874 dengan p < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok yang diberikan aromaterapi lavender memiliki kemampuan short-term memory yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang tidak diberikan perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa aromaterapi lavender efektif sebagai intervensi sederhana untuk mendukung peningkatan fungsi kognitif, khususnya short-term memory, dalam proses belajar pada mahasiswa.

Full Text PDF

Document Preview

References

[1]Baddeley, A. D. (2000). The episodic buffer: A new component of working memory? Trends in Cognitive Sciences, 4(11), 417–423. https://doi.org/10.1016/S1364-6613(00)01538-2
[2]Baddeley, A. D. (2012). Working memory: Theories, models, and controversies. Annual Review of Psychology, 63, 1–29. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-120710-100422
[3]Can, O., et al. (2024). The effects of aromatherapy on cognitive and emotional functions. Journal of Medical Signals and Sensors, 14(1), 12–20.
[4]Eppler, M. J., & Mengis, J. (2004). The concept of information overload: A review of literature. The Information Society, 20(5), 325–344. https://doi.org/10.1080/01972240490507974
[5]Filiptsova, O. V., Gazzavi-Rogozina, L. V., Timoshyna, I. A., et al. (2018). The effect of lavender essential oil one motional state and memory. Ukrainian Biochemical Journal, 90(1), 60–67.
[6]Haizatullah, M., et al. (2025). Cognitive failure pada mahasiswa di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Psikologi, 12(1), 45–56.
[7]Howard, S., & Hughes, B. M. (2008). Expectancies, not aroma, explain impact of lavender  romatherapy on psychophysiological indices of relaxation in young healthy women.
British Journal of Health Psychology, 13(4), 603–617. https://doi.org/10.1348/135910707X238734
[8]Magdalena, R., & Purwoko, B. (2018). Konsentrasi belajar pada remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(2), 112–120.
[9]Matlin, M. W. (1998). Memory: Encoding, storage, and retrieval. Dalam Cognitive Psychology. Harcourt Brace College Publishers.
[10]Matsumoto, T., et al. (2013). Effects of lavender aromatherapy on mood and relaxation.
Journal of Alternative and Complementary Medicine, 19(6), 1–7.
[11]Pande, G., et al. (2013). Essential oils and aromatherapy: Therapeutic applications and benefits.
Herbal Science Journal, 7(2), 85–92.
[12]Puspitasari, D., et al. (2015). Pengaruh aromaterapi terhadap fungsi kognitif. Jurnal Keperawatan Indonesia, 18(1), 45–52.
[13]Sujarwo, S., & Oktaviana, R. (2017). Memori jangka pendek dalam proses pembelajaran. Jurnal Pendidikan, 5(2), 89–96. Sweller, J. (2011). Cognitive load theory. Psychology of Learning and Motivation, 55, 37–76. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-387691-1.00002-8
[14]Zahiidah, N. (2015). Mekanisme kerja aromaterapi pada sistem saraf pusat. Jurnal Kedokteran, 7(1), 33–40.