Lavender Effect In The Digital Era: The Effectiveness Of Lavender Aromatherapy In Reducing Mental Fatigue And Improving Short-Term Memory In College Students
Abstract
Short-term memory merupakan komponen kognitif yang penting dalam proses belajar karena berperan dalam penyimpanan dan pengolahan informasi secara sementara. Pada mahasiswa, kemampuan ini berpotensi menurun akibat tingginya paparan aktivitas digital dan penggunaan teknologi yang berlebihan, yang dapat memicu distraksi serta menurunkan fokus. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah aromaterapi lavender, yang memiliki efek relaksasi dan berpotensi meningkatkan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan short-term memory antara mahasiswa yang diberikan aromaterapi lavender dan yang tidak diberikan perlakuan. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain between-subject (dua kelompok independen). Partisipan berjumlah 36 mahasiswa psikologi tingkat pertama Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan tes memori jangka pendek, dan analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai t = 4,874 dengan p < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok yang diberikan aromaterapi lavender memiliki kemampuan short-term memory yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang tidak diberikan perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa aromaterapi lavender efektif sebagai intervensi sederhana untuk mendukung peningkatan fungsi kognitif, khususnya short-term memory, dalam proses belajar pada mahasiswa.
Full Text PDF
References
British Journal of Health Psychology, 13(4), 603–617. https://doi.org/10.1348/135910707X238734
Journal of Alternative and Complementary Medicine, 19(6), 1–7.
Herbal Science Journal, 7(2), 85–92.
