Mindfulness untuk Menurunkan Kecemasan Menjelang Operasi pada Pasien Avascular Necrosis Femur Dextra Post Total Hip Replacement

Published: 5/7/2026

Abstract

Kecemasan praoperasi merupakan respon psikologis yang umum dialami pasien yang akan menjalani pembedahan dan dapat memengaruhi kesiapan serta proses pemulihan. Meskipun mindfulness telah banyak digunakan untuk menurunkan kecemasan, penerapannya dalam konteks praoperasi pada pasien avascular necrosis femur dextra yang menjalani total hip replacement masih terbatas. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya kajian mengenai efektivitas intervensi mindfulness dalam menurunkan kecemasan praoperasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi mindfulness terhadap kecemasan praoperasi pada pasien avascular necrosis femur dextra yang akan menjalani total hip replacement. Partisipan adalah satu pasien perempuan usia 55 tahun yang menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal berbasis kerangka A-B yang terdiri dari fase baseline dan intervensi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, serta instrumen psikologis Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) dan tes proyektif Draw-A-Person (DAP) serta House-Tree-Person (HTP). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif untuk mengidentifikasi perubahan kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan kecemasan praoperasi yang ditandai berkurangnya rasa takut, gelisah, dan gangguan tidur. Selain itu, terdapat peningkatan regulasi emosi, kesadaran diri, serta kemampuan menerima pengalaman internal. Partisipan menjadi lebih tenang dan menunjukkan kesiapan lebih baik menghadapi operasi. Temuan ini menunjukkan bahwa mindfulness efektif sebagai pendekatan psikologis dalam membantu pasien mengelola kecemasan praoperasi dan meningkatkan kesiapan psikologis sebelum tindakan medis. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan jumlah partisipan dan durasi intervensi yang singkat.

Full Text PDF

Document Preview

References

[1]American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.; DSM-5).
[2]Barlow, D. H. (2014). Anxiety and its disorders (2nd ed.). Guilford Press.
[3]Beck, J. S. (2011). Cognitive behavior therapy: Basics and beyond (2nd ed.). Guilford Press.
[4]Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357.
[5]Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
[6]Domar, A. D., Everett, L. L., & Keller, M. G. (1989). Preoperative anxiety: Is it a predictable entity? Anesthesia & Analgesia, 69(6), 763–767.
[7]Donkoh, S., & Mensah, J. (2023). Application of triangulation in qualitative research. Journal of Applied Biotechnology and Bioengineering, 10(1), 6–9.
[8]Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4.
[9]Habsara, D. K. (2023). Penatalaksanaan intervensi psikologi. Pustaka Pelajar.
[10]Hammer, E. F. (1997). The clinical application of projective drawings. Charles C. Thomas Publisher.
[11]Kabat-Zinn, J. (1990). Full catastrophe living: Using the wisdom of your body and mind to face stress, pain and illness. Bantam Dell.
[12]Kazdin, A. E. (2017). Research design in clinical psychology (5th ed.). Pearson.
[13]Lovibond, S. H., & Lovibond, P. F. (1995). Manual for the Depression Anxiety Stress Scales (DASS). Psychology Foundation.
[14]Luqyani, H. P., Azizah, A. N., & Riyadi, R. S. (2025). Effect of mindfulness meditation on anxiety in preoperative patients undergoing general anesthesia: A study at RSUD Wates. Adult Health Nursing Journal, 2(1), 34–41. https://doi.org/10.33650/ahnj.v2i1.11642
[15]Maharani, E. A. (2016). Pengaruh pelatihan berbasis mindfulness terhadap tingkat stres pada guru PAUD. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 9(2).
[16]Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
[17]Norcross, J. C., & Lambert, M. J. (2011). Evidence-based therapy relationships: Research conclusions and clinical practices. Psychotherapy, 48(1).
[18]Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2014). Menyelami perkembangan manusia (Experience human development 2) (12th ed.). Salemba Humanika.
[19]Prochaska, J. O., & DiClemente, C. C. (1982). Transtheoretical therapy: Toward a more integrative model of change. Psychotherapy: Theory, Research and Practice.
[20]Reiss, A. J., Jr. (1971). Systematic observation of natural social phenomena. Sociological Methodology, 3, 3–33.
[21]Rogers, C. R. (1951). Client-centered therapy. Houghton Mifflin.
[22]Rogers, C. R. (1959). A theory of therapy, personality, and interpersonal relationships. Dalam S. Koch (Ed.), Psychology: A study of science (Vol. 3, pp. 184–256). McGraw-Hill.
[23]Rogers, C. R. (1961). On becoming a person. Houghton Mifflin.
[24]Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1), 68–78. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.68
[25]Sadock, B. J., Ahmad, S., & Sadock, V. A. (2019). Kaplan & Sadock’s pocket handbook of clinical psychiatry (6th ed.). Wolters Kluwer.
[26]Taylor, S. E. (2018). Health psychology (10th ed.). McGraw-Hill.
[27]Vaillant, G. E. (2011). The wisdom of the ego. Harvard University Press.
[28]Wellman, N., Tröster, C., Grimes, M., Roberson, Q., Rink, F., & Gruber, M. (2023). Publishing multimethod research in AMJ: A review and best-practice recommendations. Academy of Management Journal, 66(4), 1007–101.