Model Workplace Well-Being Pada Karyawan Perempuan

Published: 5/7/2026

Abstract

Kesejahteraan di tempat kerja (workplace well-being) telah menjadi isu yang semakin penting dalam dunia kerja modern, terutama dalam konteks tenaga kerja perempuan. Penelitian tentang kesejahteraan karyawan perempuan sangat penting karena dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan nyata mereka. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan model atau pendekatan yang tepat untuk mendukung perempuan dalam mencapai keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, serta meningkatkan kepuasan kerja dan loyalitas terhadap organisasi. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling dan bersifat purposive sampling yakni teknik metode ini menggunakan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan perempuan yang bekerja di Jabodetabek (N=143). Teknik analisis data dengan confirmatory factor analysis (CFA) menggunakan software Lisrel 8.8 serta analisis regresi berganda menggunakan software SPSS 23. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 73.9% variasi dari workplace well-being dapat dijelaskan oleh dimensi job satisfaction (working conditions extrinsic, job itself intrinsic dan employee relations) dan career development (positive affective career state, state of career meaningfulness dan career networking/social support state). Implikasi dari penelitian ini untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor intrinsik kesejahteraan karyawan perempuan di tempat kerja.

Full Text PDF

Document Preview

References

[1]Bryson, A., Forth, J. and Stokes, L. (2014), City Research Online Does Worker Wellbeing Affect Workplace
[2]Performance?
[3]Burke, R.J., Koyuncu, M. and Fiksenbaum, L. (2008), “Work experiences, satisfactions and psychological
[4]well‐being of female and male managers in the hospitality sector in Turkey”, Equal Opportunities
[5]International, Emerald, Vol. 27 No. 6, pp. 505–518, doi: 10.1108/02610150810897273.
[6]Cascio, W.F. (2003), Managing Human Resources Productivity, Quality of Work Life, Profits Eighth Edition,
[7]McGraw-Hill, New York.
[8]Coetzee, M., Ferreira, N. and Potgieter, I.L. (2021), “Exploring the construct  validity of the Career  Well-being
[9]Scale for its  potential application as a  career development tool in  the coronavirus disease 2019  pandemic
[10]career space.”, African Journal of Career Development, doi: 10.4102/ajcd.
[11]Cvenkel, N. (2020), Well-Being in the Workplace: Governance and Sustainability Insights to Promote Workplace
[12]Health, Springer Nature.
[13]Danna, K. and Griffin, R.W. (1999), “Health and Well-Being in the Workplace: A Review and Synthesis of the
[14]Literature”, Journal of Management, SAGE Publications, Vol. 25 No. 3, pp. 357–384, doi:
[15]10.1177/014920639902500305.
[16]Heritage, B., Pollock, C. and Roberts, L.D. (2015), “Confirmatory Factor Analysis of Warr, Cook, and Wall’s (1979)
[17]Job Satisfaction Scale”, Australian Psychologist, Taylor and Francis Ltd., Vol. 50 No. 2, pp. 122–129, doi:
[18]10.1111/ap.12103.
[19]Johansson, G., Huang, Q. and Lindfors, P. (2007), “A life-span perspective on women’s careers, health, and well-
[20]being”, Social Science and Medicine, Vol. 65 No. 4, pp. 685–697, doi: 10.1016/j.socscimed.2007.04.001.
[21]12
[22]Lumiu, Pio and Tatimu. (2019), “Pengaruh Karakteristik Pekerjaan , Pengembangan Karir Dan Kompensasi
[23]Terhadap Loyalitas karyawan”, Vol. 9 No. 3, pp. 93–100.
[24]Moffat, P. (2016), “Wellbeing in the workplace”, Practice Management, MA Healthcare London, Vol. 26 No. 8,
[25]pp. 40–41.
[26]Purnama, I.B.O., Hanjaswara, I.N.R., Keramas, I.N. and Putru, I.B. (2018), “Pengaruh Pengembangan Karir dan
[27]Budaya Organisasi Terhadap Loyalitas Pegawai pada Badan Kesatuan Bngsa dan Politik Kota Denpasar”,
[28]Jurnal Ilmiah Manajemen & Akuntansi, Vol. 24 No. 2, pp. 159–170.
[29]Ray, T.K. (2022), “Work related well-being is associated with individual subjective well-being”, Industrial Health,
[30]National Institute of Industrial Health, Vol. 60 No. 3, pp. 242–252, doi: 10.2486/indhealth.2021-0122.
[31]Rivai, V. (2011), Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan: Dari Teori Ke Praktik, RajaGrafindo
[32]Persada, Jakarta.
[33]Sinambela, L.P. (2016), Manajemen Sumber Daya Manusia - Membangun Tim Yang Solid Untuk Meningkatkan
[34]Kinerja, edited by Suryani and Damayanti, R., Bumi Aksara, Jakarta.
[35]Slemp, G.R., Kern, M.L. and Vella-Brodrick, D.A. (2015), “Workplace Well-Being: The Role of Job Crafting and
[36]Autonomy Support”, Psychology of Well-Being, Springer Science and Business Media LLC, Vol. 5 No. 1, doi:
[37]10.1186/s13612-015-0034-y.
[38]Supartha, W.G. and Sintaasih, D.K. (2017), PENGANTAR PERILAKU ORGANISASI: Teori, Kasus, Dan Aplikasi
[39]Penelitian, CV. Setia Bakti, Depansar.
[40]Sutarman, T., Panggabean, H., Farady Marta, R. and Steffanie Mega Wijaya Kurniawati, L. (2024), “Stereotip
[41]gender pada budaya patriarki indonesia sebagai hambatan pekerja perempuan berperan ganda”,
[42]Komunikologi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, Vol. 22 No. 2, pp. 133–155.
[43]Suyono, J., Mayasari, D., Alimudin, A., Elisabeth, D.R. and Arisanti, D. (2020), “The Antecedent of Job Satisfaction
[44]and Employee Loyalty : Financial Rewards and Work Motivation”, 2nd African International Conference on
[45]Industrial Engineering and Operations Management Harare, pp. 2756–2766.
[46]Taylor, P., McLoughlin, C., Meyer, D. and Brooke, E. (2013), “Everyday discrimination in the workplace, job
[47]satisfaction and psychological wellbeing: Age differences and moderating variables”, Ageing and Society,
[48]Vol. 33 No. 7, pp. 1105–1138, doi: 10.1017/S0144686X12000438.
[49]Warr, P., Cook, J. and Wall, T. (1979), “Scales for the measurement of some work attitudes and aspects of
[50]psychological well‐being”, Journal of Occupational Psychology, Vol. 52 No. 2, pp. 129–148, doi:
[51]10.1111/j.2044-8325.1979.tb00448.x.
[52]Zheng, X., Zhu, W., Zhao, H. and Zhang, C. (2015), “Employee well-being in organizations: Theoretical model,
[53]scale development, and cross-cultural validation”, Journal of Organizational Behavior, John Wiley and Sons
[54]Ltd, Vol. 36 No. 5, pp. 621–644, doi: 10.1002/job.1990.