Pengalaman Traumatis dan Kebutuhan Intervensi Psikologis pada Penyintas Non-Consensual Intimate Image di Indonesia
Abstract
Non-consensual Intimate Image (NCII) sebagai bagian dari Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia terus meningkat, tetapi dampak psikologisnya dan kebutuhan akan intervensi yang kontekstual masih belum banyak dipahami. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk trauma psikososial pada penyintas NCII, faktor risiko, serta hambatan pemulihan sebagai dasar pengembangan intervensi psikologis berbasis konteks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa Online Qualitative Survey (OQS) terhadap empat profesional yang dipilih melalui purposive sampling dan memiliki pengalaman minimal satu tahun dalam menangani atau mencegah kasus NCII di Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis tematik enam tahap, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi, audit trail, dan diskusi antar peneliti. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama: (1) karakteristik penyintas dan manifestasi trauma psikososial, termasuk penurunan harga diri, represi emosi, dan penarikan diri sosial; (2) faktor risiko, terutama kerentanan individu dan rendahnya edukasi digital serta seksual; (3) hambatan sistemik dalam struktur sosial dan hukum; serta (4) kerangka intervensi, perlindungan, dan kerja sama lintas pihak. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi perlu mempertimbangkan interaksi antara faktor individu dan struktural serta memberikan dasar awal bagi pengembangan intervensi psikologis berbasis konteks Indonesia, termasuk psychological first aid, edukasi digital dan seksual, serta layanan pemulihan yang aman dan terintegrasi
