[1]Afia, N. (2024). Dampak Fatherless Terhadap Tingkat Harga Diri Anak Usia Sekolah di SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta The Effect of Fatherlessness and Self-Esteem Level of School-Age Children at Muhammadiyah Suronatan Elementary School , Yogyakarta. 16(November), 189–196.
[2]Ahmad Syahnurdin, H. (2024). Adaptasi alat ukur Rosenberg Self Esteem Scale-.
[3]Anwar, N. P., & Nur, H. (2024). Gambaran pemilihan pasangan hidup (Mate Selection). 6(1), 91–106.
[4]Asy’ari, H., & Ariyanto, A. (2019). Gambaran keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak (Paternal Involvement di JABODETABEK. 1–11.
[5]Aulia, A., Aini, K., Alfiani, F., Afrilia, A., & Fitriani, A. (2026). Pengembangan Dan Validitas Instrument Father Involvement Dalam Pengasuhan Anak Remaja. 4(1), 1–19.
[6]Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi (2nd ed.). Pustaka Pelajar.
[7]Azwar, S. (2021). Metode Penelitian Psikologi (II). Pustaka Pelajar.
[9]Baharuddin. (2022). Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Self-Esteem Anak. 15(1), 18–28.
[11]Creswell, J. (2017). Research Desain pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (III). Pustaka Pelajar.
[12]Dascha, T. A., & Cahyono, R. (2024). Pengaruh Ketiadaan Peran Ayah ( Fatherless ) terhadap Self-Esteem pada Emerging Adulthood.
[14]Dewi, A. M., Lutfbis, A. A., & Susanto, A. D. (2025). Jurnal Penelitian Nusantara Hubungan Peran Keterlibatan Ayah Tentang Support System Terhadap Kejadian Self Esteem Pada Remaja Di RW 012 Karang Sari Kota Tangerang Menulis : Jurnal Penelitian Nusantara. 1(1990), 77–81.
[15]Dita, P., & Ni Wayan Sukmawati, P. (2026). Hubungan self-esteem dengan kecemasan karier pada mahasiswa tingkat akhir. 17(2).
[16]Dwistia, H., Sindika, S., Iqtianti, H., & Ningsih, D. W. (2025). Peran Lingkungan Emosional Anak Keluarga dalam Perkembangan. 2, 1–9.
[17]Febriana, K., & Palupi, W. (2025). Hubungan antara father involvement terhadap prilaku prososial anak usia 5-6 tahun. 13(2), 283–294.
[19]Finley, G. E., & Schwartz, S. J. (2004). The father involvement and nurturant fathering scales: retrospective measures for adolescent and adult children. 64(1). https://doi.org/10.1177/0013164403258453 [20]Fiqrunnisa, A., Yuliad, I., & Saniatuzzulfa, R. (2023). Hubungan persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan pemilihan pasangan pada perempuan dewasa awal. 5(2).
[22]Hafid, M., Fattah, A., Zaini, M., & Suryaningsih, Y. (2025). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Esteem pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Semboro. 2, 24–34.
[23]Halfon, N., F., C. B., L., R. M., & F., & M., E. (2017). Handbook of life course health development. Handbook of Life Course Health Development, 1–664.
[24]Handayani, P. A., & Lestari, T. (2021). Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Moral dan Pola Pikir Anak. 5, 6400–6404.
[28]Kogutb, N. (2023). Parental attitudes of fathers and daughters ’ self-esteem and stress management style in the period of early adulthood. 1(1), 125–136.
[29]Meisyah, S. I., & Cahyanti, I. Y. (2022). Pengaruh parent attachment terhadap self-esteem remaja yang orangtuanya bercerai. 639–646.
[30]Mirza, R., Marpaung, W., Akmal, M., Achmad, I., Husna, A., Tarigan, B., & Pinem, T. (2024). Literature Review: Commuter Marriage dan Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak. 4(2), 83–89.
[31]Muslyanti, Y., Solina, W., & Dianto, M. (2025). Hubungan antara fatherless dengan self esteem peserta didik di SMA 1 Ranah Pasir. 10(September).
[32]Nisa, Q. C., Noviekayati, I., & Ananta, A. (2022). Subjective well-being pada emerging adulthood : bagaimana peran problem focused coping ? 3(02), 258–269.
[33]Putra, A. (2024). Dampak peran orang tua terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Vol. 1 No., 1–14.
[34]Putri Puspita, S., Rulia, H., Rini Liana, D., & Muhamad Antos, R. (2025). The role of father involvement in building adolescent mental health. 20(1).
[35]Rachmanulia, N., & Dewi, K. S. (2023). Dinamika Psikologis Pada Anak Perempuan dengan Fatherless di Usia Dewasa Awal : Studi Fenomenologis. 4, 88–98.
[36]Rosenberg. (1965). Rosenberg Self Esteem Scale.
[38]Salsabila, S., & Hakim, L. (2020). Pengaruh peran Ayah terhadap Self Esteem. 3(1), 24–30.
[39]Shari, D. (2024). Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini. 410–423.
[40]Siti Aisah, A., Arfian, & Andreas Corsini Widya, N. (2025). Pengaruh self-esteem terhadap kecemasan sosial pada remaja yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. 14(3).
[41]Wagani, R. (2018). Role of Father versus Mother in self-esteem of Adolescence. 13(2), 173–182.
[42]Wahyuni, S., Khumas, A., & Jafar, E. S. (2023). Persepsi Tentang Pernikahan Pada Perempuan Dewasa Awal Yang Mengalami Fatherless. 2(6), 1050–1066.
[43]Wekke, I. S. (2019). Metode Penelitian sosial (I). Gawe Buku.
[44]Yunanto, K. P., & Kristinawati, W.