Peran Artificial Intelligence Terhadap Workplace Well-Being Generasi Z
Abstract
Percepatan adopsi Artificial Intelligence (AI) dan meningkatnya dominasi Generasi Z di dunia kerja membentuk sistem baru dalam workplace well-being. Artikel ini merupakan literature review dengan sintesis konseptual yang menghimpun studi tahun 2020–2026 mengenai penggunaan AI di tempat kerja, technostress, kesehatan mental, serta karakteristik Generasi Z. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memiliki peran ganda yaitu sebagai job resource yang meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, pembelajaran, kreativitas, dan dukungan kesehatan mental dan sekaligus AI berperan sebagai job demand baru yang memicu technostress, burnout, job insecurity, beban kognitif, dan kaburnya batas antara kerja dan kehidupan. Dampak ini dimediasi oleh faktor individu seperti self-efficacy, literasi digital, mindfulness, dan sikap terhadap teknologi. Sedangkan pada faktor organisasi terdiri dari budaya kerja, psychological safety, kepemimpinan, praktik SDM, serta desain kerja dan teknologi yaitu tingkat otonomi, kontrol algoritmik, dan orientasi AI. Bagi Generasi Z yang digital native namun sensitif terhadap makna kerja dan kesehatan mental, AI berpotensi menghasilkan eustress yaitu stres yang memberikan dampak positif dan distress yang merupakan stres negatif, yang mana hal tersebut tergantung tuntutan dan sumber daya. Artikel ini menawarkan peta konseptual peran AI terhadap workplace well-being Generasi Z dan memberikan implikasi praktis bagi organisasi untuk merancang implementasi human-centered AI yang berorientasi pada workplace well being.
