Properti Psikometris Alat Ukur Adolescent Internet Adaptability Scale (AIAS) pada Remaja di Indonesia

Published: 5/8/2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas psikometrik alat ukur Adolescent Internet Adaptability Scale (AIAS) yang dikembangkan oleh Wang et al. (2025) dan telah diadaptasikan dalam konteks remaja di Indonesia. Internet adaptability merupakan kemampuan krusial bagi remaja untuk menavigasi dunia digital secara sehat dan produktif guna menghindari dampak negatif seperti adiksi internet. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan pengujian psikometrik yang bertujuan untuk melihat kualitas tiap-tiap item dengan Teknik analisis data yang digunakan adalah confirmatory factor analysis (CFA). Partisipan berjumlah 206 remaja berusia 12–18 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen awal terdiri dari 44 aitem yang mengacu pada delapan dimensi, yaitu internet curiosity, self-efficacy, self-control, information search, information protection, socialization, learning, dan positive coping ability. Penelitian ini juga menggunakan uji validitas konvergen dengan Internet Addiction Test (IAT) yang telah dikembangkan dan diadaptasikan oleh Siste et al. (2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala AIAS memiliki reliabilitas yang sangat baik dengan nilai alpha Cronbach sebesar 0.935, CFI = 0.913, TLI = 0.904, RMSEA = 0.05. Diketahui juga bahwa terdapat 34 item yang memiliki nilai factor loading ≥ 0.4; Z-Value ≥1.96, dan p-value ≤0.05. Uji validitas konvergen menunjukkan korelasi negatif yang signifikan antara adaptabilitas internet dan adiksi internet (r = -0,346; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kemampuan adaptasi, semakin rendah kecenderungan adiksi. Dengan demikian, terdapat 34 item yang memenuhi syarat dan diterima pada alat ukur AIAS yang telah diadaptasikan ke dalam Bahasa Indonesia, meskipun penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih heterogen tetap diperlukan untuk meningkatkan generalisasi hasil.

Full Text PDF

Document Preview

References

[1]Azwar, S. (2022). Metode penelitian psikologi (Edisi ke-3). Pustaka Pelajar.
[2]Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024. Diakses dari https://www.bps.go.id/id/publication/2025/08/29/beaa2be400eda6ce6c636ef8/statistik-telekomunikasi-indonesia-2024.html
[3]Gravetter, F. J., & Forzano, L.-A. B. (2018). Research methods for the behavioral sciences (5th ed.). Cengage Learning.
[4]Kuss, D. J., Griffiths, M. D., & Binder, J. F. (2013). Internet addiction in students: Prevalence and risk factors. Computers in Human Behavior, 29(3), 959–966. https://doi.org/10.1016/j.chb.2012.12.025
[5]Li, S., Ren, P., Chiu, M. M., Wang, C., & Lei, H. (2021). The relationship between self-control and internet addiction among students: A meta-analysis. Frontiers in Psychology, 12, 735755. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.735755
[6]Prasojo, R. A., Maharani, D. A., & Hasanuddin, M. O. (2018). Mengujikan Internet Addiction Test (IAT) ke Responden Indonesia. Preprint.
[7]Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
[8]Siste K, Suwartono C, Nasrun MW, Bardosono S, Sekartini R, Pandelaki J, et al. (2021) Validation study of the Indonesian internet addiction test among adolescents. PLoS ONE 16(2): e0245833. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0245833
[9]Wang, W., Ye, J., Dong, R., Ma, S., Huang, D., & Zhao, X. (2025). The Adolescent Internet Adaptability Scale: Development and Psychometric Properties. Cyberpsychology, 19(1). https://doi.org/10.5817/CP2025-1-5